Sandwich Panel Rendah Karbon Mulai Dilirik, Inovasi Baja Daur Ulang Ubah Arah Industri Konstruksi

Industri konstruksi mulai menghadapi tuntutan baru. Bangunan tidak lagi hanya dituntut kuat, cepat dibangun, dan efisien, tetapi juga perlu mempertimbangkan jejak karbon dari material yang digunakan.

Perubahan tersebut mulai terlihat pada pengembangan sandwich panel rendah karbon. Salah satu inovasinya datang dari kolaborasi ArcelorMittal dan Kingspan | Invespanel melalui penggunaan baja XCarb® recycled and renewably produced pada sandwich panel.

Invespanel meluncurkan seri Higher Recycled Content pada 2024. Produk tersebut menggunakan baja pra-cat XCarb® yang diproduksi melalui electric arc furnace atau EAF, dengan sedikitnya 75 persen baja scrap dan listrik yang digunakan dalam proses produksinya berasal dari sumber terbarukan.

Inovasi ini menarik karena memperlihatkan bahwa pembahasan mengenai sandwich panel mulai bergeser. Bukan hanya soal ketebalan dan kemampuan insulasi, tetapi juga dari mana material berasal dan seberapa besar dampaknya terhadap lingkungan.

Ketika Dinding Mulai Bicara Soal Emisi Karbon

Sandwich panel selama ini dikenal sebagai material konstruksi yang praktis. Panel terdiri atas dua lapisan permukaan dengan material inti di antaranya dan dapat digunakan untuk kebutuhan dinding maupun atap, tergantung jenis dan spesifikasinya.

Namun, penggunaan baja sebagai salah satu komponen utama membuat proses produksinya menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika perusahaan ingin mengurangi jejak karbon bangunan.

ArcelorMittal menyebut penggunaan XCarb® recycled and renewably produced steel pada rangkaian sandwich panel tertentu dapat menghasilkan pengurangan embodied carbon dibandingkan produk yang dibuat menggunakan baja konvensional. Pada beberapa produk sandwich panel XCarb®, perusahaan melaporkan pengurangan hingga 49 persen untuk panel tertentu dengan ketebalan 60 mm, berdasarkan data EPD.

Angka tersebut penting karena embodied carbon menggambarkan emisi yang terkait dengan material sepanjang tahapan tertentu dalam siklus hidupnya, termasuk proses produksi.

Dengan kata lain, keputusan memilih material dapat ikut memengaruhi jejak karbon sebuah proyek.

Baja Daur Ulang Menjadi Bagian dari Solusi

Pada seri Higher Recycled Content milik Invespanel, baja yang digunakan mengandung minimal 75 persen scrap steel. Material tersebut kemudian diproses menggunakan EAF dengan listrik 100 persen terbarukan, menurut keterangan ArcelorMittal.

Konsep ini menggabungkan dua pendekatan sekaligus: pemanfaatan material daur ulang dan penggunaan energi terbarukan dalam proses produksi.

Hasilnya bukan berarti seluruh sandwich panel menjadi “tanpa emisi”. Namun, penggunaan material dengan jejak karbon lebih rendah dapat menjadi salah satu strategi untuk menekan dampak lingkungan dari konstruksi.

Inilah yang membuat perkembangan tersebut menarik bagi industri yang mulai memasukkan aspek keberlanjutan ke dalam pengadaan material.

Ada Sertifikat untuk Melacak Material

Salah satu persoalan dalam klaim produk ramah lingkungan adalah bagaimana pembeli dapat memverifikasi informasi tersebut.

Dalam pengembangan Invespanel, pelanggan yang memilih rangkaian tersebut memperoleh sertifikat yang memberikan informasi mengenai keterlacakan material dan penghematan emisi terkait. ArcelorMittal menyebut baja pra-cat XCarb® recycled and renewably produced yang digunakan pada produk tersebut memberikan pengurangan emisi lebih dari 60 persen dibandingkan produk yang sama melalui rute pembuatan baja konvensional.

Hal ini menunjukkan bahwa keberlanjutan konstruksi tidak cukup hanya mengandalkan label “green”.

Data dan keterlacakan menjadi semakin penting.

Bagi pemilik proyek, dokumentasi seperti Environmental Product Declaration atau EPD juga dapat membantu dalam mengevaluasi dampak lingkungan material secara lebih objektif.

Kualitas Tetap Menjadi Pertimbangan Utama

Mendorong material yang lebih rendah karbon bukan berarti aspek teknis boleh diabaikan.

Dalam pengembangan sandwich panel, performa tetap menjadi salah satu pertimbangan utama. ArcelorMittal menyatakan bahwa penggunaan XCarb® recycled and renewably produced steel pada sandwich panel yang ditawarkannya tetap mempertahankan kualitas, performa, serta pilihan produk yang tersedia.

Pada seri Higher Recycled Content Invespanel, spesifikasi yang ditampilkan mencakup baja dengan ketebalan 0,5 atau 0,6 mm serta lapisan organik PS setebal 25 mikron. Produk tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan atau tailor-made.

Artinya, pendekatan keberlanjutan idealnya berjalan berdampingan dengan tuntutan teknis.

Material yang lebih ramah lingkungan tetap harus memenuhi kebutuhan struktur, insulasi, ketahanan permukaan, lingkungan penggunaan, dan umur layanan sesuai desain proyek.

Potensi Besar untuk Bangunan Industri

Sandwich panel banyak digunakan dalam berbagai jenis bangunan industri karena konstruksinya relatif praktis dan dapat memberikan fungsi insulasi.

Karena itu, inovasi pada material panel memiliki potensi dampak yang cukup luas.

Jika material dengan jejak karbon lebih rendah digunakan pada proyek berskala besar, kontribusinya terhadap target pengurangan emisi bangunan juga dapat menjadi lebih signifikan.

ArcelorMittal bahkan menyebut produk sandwich panel XCarb® dapat membantu proyek yang mengejar kredit bangunan hijau seperti BREEAM dan LEED, karena penggunaan baja dengan kandungan scrap lebih tinggi dan data lingkungan yang didukung EPD.

Namun, kredit sertifikasi tetap bergantung pada keseluruhan persyaratan dan strategi proyek, bukan hanya satu material.

Apa Artinya bagi Cleanroom?

Perkembangan sandwich panel rendah karbon juga menarik untuk diperhatikan dalam pembangunan cleanroom.

Cleanroom membutuhkan dinding dan plafon yang dirancang secara khusus agar mendukung pengendalian lingkungan, kemudahan pembersihan, serta integrasi dengan HVAC dan berbagai utilitas.

Karena itu, material panel yang digunakan harus memenuhi spesifikasi teknis proyek.

Jika pada masa mendatang kebutuhan proyek juga mencakup target keberlanjutan, maka aspek asal material, kandungan daur ulang, EPD, dan jejak karbon dapat dimasukkan ke dalam proses pemilihan.

Dengan demikian, pemilihan panel cleanroom tidak hanya berbicara mengenai “berapa tebal panelnya?”, tetapi juga dapat berkembang menjadi “bagaimana dampak material ini terhadap keseluruhan proyek?

Laurent Plasman, CMO Industry, ArcelorMittal Europe – Flat Products, menyatakan bahwa penggunaan baja dengan emisi karbon lebih rendah dalam sektor konstruksi merupakan cara efektif untuk menurunkan intensitas karbon material bangunan. Ia juga menyebut baja XCarb® yang digunakan dalam kolaborasi dengan Invespanel menghasilkan pengurangan emisi karbon sekitar 60 persen dibandingkan rute produksi baja konvensional.

Pernyataan tersebut berasal dari publikasi resmi ArcelorMittal, sehingga digunakan sebagai kutipan narasumber asli, bukan kutipan yang dibuat ulang atau dikarang.

Masa Depan Sandwich Panel Makin Hijau

Peluncuran Higher Recycled Content oleh Invespanel memberikan gambaran bahwa inovasi sandwich panel tidak berhenti pada peningkatan fungsi teknis.

Material konstruksi kini mulai diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang lebih luas: performa, efisiensi, keterlacakan, dan keberlanjutan.

ArcelorMittal sendiri telah mengembangkan sejumlah produk sandwich panel dengan XCarb® recycled and renewably produced steel. Data perusahaan menunjukkan beberapa produk dapat memiliki embodied carbon hingga 49 persen lebih rendah dibandingkan produk yang menggunakan baja konvensional, dengan hasil yang didukung EPD pihak ketiga.

Bagi industri Indonesia, perkembangan ini dapat menjadi referensi ketika perusahaan mulai menyusun strategi konstruksi berkelanjutan.

Saatnya Memilih Panel dengan Pertimbangan Lebih Lengkap

Pemilihan sandwich panel sebaiknya tidak hanya berhenti pada harga, ketebalan, atau tampilan.

Untuk proyek industri dan cleanroom, pertimbangkan pula jenis material inti, performa insulasi, ketahanan api, material permukaan, metode pemasangan, kebutuhan maintenance, serta persyaratan lingkungan proyek.

Jika aspek keberlanjutan menjadi target, tambahkan pula kandungan material daur ulang, data EPD, keterlacakan material, dan jejak karbon ke dalam daftar evaluasi.

Masa depan konstruksi bukan hanya tentang membangun lebih cepat, tetapi juga membangun dengan lebih bertanggung jawab.

Bagi perusahaan yang sedang merencanakan cleanroom, fasilitas farmasi, laboratorium, rumah sakit, pabrik makanan, elektronik, maupun bangunan industri, pemilihan sandwich panel dapat menjadi salah satu langkah awal untuk menciptakan fasilitas yang tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga lebih siap menghadapi tuntutan konstruksi berkelanjutan.

Bangun fasilitas yang kuat untuk hari ini, sekaligus lebih bijak terhadap lingkungan untuk masa depan.